Dua Provinsi dalam Kebersamaan Budaya

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Pemerintah Provinsi Gorontalo menggelar Festival Seni Budaya Gorontalo-Betawi dan jalan sehat. Festival digelar di kawasan hari bebas kendaraan (CFD) Jalan Thamrin Sudirman dan Monumen Nasional (Monas).

Atraksi yang ditampilkan dalam Festival Seni Budaya Gorontalo-Betawi antara lain panggung hiburan rakyat di Pintu Barat DayaMonas, senam massal Tolotidi, Tanjidor, fashion show Nou Uti Gorontalo dan Abang None Jakarta, marching band, ondel ondel, atraksi kuliner (goreng pisang dengan tangan langsung), beragam musik Gorontalo dan Betawi, hingga debus Betawi.
Acara digagas organisasi paguyuban masyarakat perantauan Gorontalo di Jakarta (Lamahu). Ketua Umum Lamahu Harris Bobihoe mengatakan, pentas seni dan budaya dua daerah sekaligus menyongsong dan menyukseskan Asian Games 2018 dan agenda Pariwisata Nasional Festival Danau Limboto (21-23 September 2018) di Kabupaten Gorontalo.
Selain itu, acara membangun kerja sama Pemprov DKI Jakarta dan pemprov Gorontalo dalam meningkatkan pengembangan pariwisata, seni, dan budaya daerah.
“Budaya Betawi dan Gorontalo memiliki banyak kesamaan,” kata dia di Jakarta, Minggu (8/7).
Lelaki yang disapa Bobi itu menjelaskan beberapa persamaan yaitu silat dan palang pintu pada budaya Betawi. “Itu ada di Gorontalo disebut langga,” ujarnya.
Acara yang dihelat kali pertama itu menghadirkan kolaborasi budaya dua daerah. Dia berharap kolaborasi itu menjadi awal kerja sama Gorontalo dan Jakarta di bidang ekonomi, budaya, dan lainnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Provinsi DKI Jakarta Asyantoro mengatakan, Pemprov DKI Jakarta senang menjadi tuan rumah perhelatan kolaborasi tersebut. senada Bobi, dia berharap akan ada kerja sama antar dua provinsi tersebut ke depan.
Gorontalo Karnaval Karawo masuk Celender of Event Wonderful Indonesia (CoEWI) dan akan digelar 6 Oktober 2018. Karawo merupakan kain sulam tradisional khas Gorontalo yang dibuat tangan.
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, tahun lalu karya sulam Karawo menarik perhatian fesyen internasional. Lewat ajang New York Fashion Week (NYFW) 2017 di New York, AS, kain itu diapresiasi dunia kreatif luar negeri.
“Lewat kain Karawo dalam festival, turut menarik wisatawan khususnya mancanegara datang ke Indonesia,” kata dia.
Sumber Berita:
http://www.harnas.co/2018/07/08/dua-provinsi-dalam-kebersamaan-budaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *