Kolaborasi Budaya, Festival Seni Budaya Gorontalo-Betawi Pada Halal Bi Halal LAMAHU di Monas

Organisasi sosial warga Gorontalo  LAMAHU (huyula heluma lo hulondalo) menggelar acara Halal Bi Halal 1439 H, jalan sehat dan festival seni budaya Gorontalo – Betawi bersama-sama dengan pemerintah DKI Jakarta, Pemerintah Provinsi  Gorontalo, Kabupaten/Kota, di kawasan  Car Free Day Jl. Jenderal Sudirman-MH.Thamrin dan pintu Barat Daya Monument Nasional (Monas) Jakarta Pusat, Minggu (8/7/2018).

Tampak hadir Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Walikota Gorontalo, Marthen Taha, Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo, Bupati Bone Bolango, Hamim Pou. Hadir pula mantan Gubernur Gorontalo, Fadel Muhammad dan anggota DPD RI asal Gorontalo, Hana Hasanah, Rahmat Gobel dan beberapa tokoh lainnya.

Atraksi yang di tampilkan dalam Festival Seni Budaya Gorontalo – Betawi seperti, Panggung Hiburan Rakyat di Pintu Barat Daya Monument Nasional, Senam Massal Tolotidi, Tanjidor, Fashion Show Nou – Uti Gorontalo dan Abang – None Jakarta, Marching Band, ondel – ondel, Atraksi Kuliner (goreng pisang pakai tangan kosong), Tari & Lagu Gorontalo dan Betawi, atraksi Debus Betawi.

Mantan Gubernur Gorontalo, Fadel Muhammad dan Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo pada acara Halal Bi Halal Lamahu di Monas Jakarta. (Foto/Ist)

Pentas seni dan budaya yang dihadiri oleh puluhan ribu warga Gorontalo dan Betawi itu adalah sekaligus menyongsong dan mensukseskan Asian Games 2018 (18 Agustus 2018) Asian Para Games 2018 (27 Juni- 3 juli 2018) dan agenda Pariwisata Nasional  Festival  Danau Limboto 2018 (21-23 September 2018) di Kabupaten Gorontalo.

Acara ini bertujuan untuk membangun kerjasama antara Pemprov DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam meningkatkan pengembangan pariwisata, seni dan budaya daerah.

Menurut Ketua Umum Lamahu, Abdul Haris Bobihoe, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno, merupakan putera Gorontalo, sehingga ke depan kerjasama Gorontalo-Jakarta tidak hanya meliputi kebudayaan akan tetapi juga ekonomi, sosial, pariwisata, dan lainnya.

Dia berharap kolaborasi dua budaya yang berjauhan, di Jawa dan luar Jawa yang baru pertama kali diselenggarakan ini, menjadi awal kerja sama lebih erat antara Provinsi Gorontalo dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

“Budaya Gorontalo dan Betawi memiliki banyak kesamaan. Kalau Betawi ada silat dan palang pintu, Gorontalo ada langga,” ujarnya.

Disamping itu, Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo mengungkapkan, kolaborasi (budaya Gorontalo-Betawi) ini menjadi momentum warga Gorontalo untuk mempromosikan pariwisata nasional Festival Danau Lemboto 2018, karena DKI Jakarta adalah cermin Indonesia.

“Makanya kita bawa 200 orang untuk festival jalan sehat mengenalkan Grorontalo,” kata Nelson seperti dikutif dari Tilongkabilanews, Minggu (8/7/2018).

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Asiantoro, mengatakan, bahwa Pemerintah DKI Jakarta men-support rencana kerjasama ini.

“Setelah Memorandum of Understanding ditandatangani maka hubungan antara Gorontalo-DKI Jakarta makin erat,”kata Asiantoro.

Sementara itu, warga Gorontalo di Jakarta Muhammad Rafiyuddin atau yang biasa disapa Afif (16) mengaku sangat senang dengan acara Halal Bi Halal Lamahu, apalagi dibarengi dengan festival seni budaya Gorontalo-Betawi serta jalan sehat dan diakhir dengan door prize.

“Neh mantap. Saya dapat hadiah kipas angin. Kipas angin ini buat kenang-kenangan dari Lamahu, haha, “kata Afif diiringi tawa usai acara. [PJ/Abuzakir Ahmad]

Sumber berita:

Kelaborasi Budaya, Festival Seni Budaya Gorontalo-Betawi Pada Halal Bi Halal LAMAHU di Monasni Budaya Gorontalo-Betawi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *